Precast Arch Culver Kali Kuning
February 18, 2010 by irwanbee · 3 Comments
Berawal dari Tender yang di menangkan oleh PT. Adhi Karya untuk pembangunan saluran Kali Kuning Jogjakarta, kami mendapatkan kesempatan untuk memproduksi Precast Arch Culvert. Menurut keterangan yang kami himpun dari pihak kontraktor (PT. Adhi Karya) dan pihak owner (PT. Angkasapura), desain sebelumnya dari Arch Culvert ini adalah Cast In Site. Atas pertimbangan masalah waktu yang mendesak, dan untuk tujuan mempermudah kontrol dari Arch culvert, maka kami PT. LISA Concrete Indonesia diberi amanah untuk memproduksi Precast Arch.
Sebagai informasi bahwa pihak Angkasapura berencana untuk meluaskan area bandara, sehingga mereka membutuhkan “Taxi Way” baru untuk mendukungnya. Karena rencana TaxiWay ini berada di atas (melewati) sungai Kuning (Kali Kuning), maka sungai tersebut harus ditutup (seperti layaknya jembatan) untuk dijadikan TaxiWay ini.
Precast Arch Culvert ini dibangun untuk memperpanjang Arch Culvert yang sebelumnya telah ada, sesuai dengan keterangan pihak Angkasapura, bahwa Arch Culvert yang sebelumnya dibangun dengan sistem Cast In Site.
(PT. Lisa Concrete Indonesia produsen Arch Culvert di Indonesia)
Product | Arch Culvert
May 19, 2009 by irwanbee · 2 Comments
Arch Culvert adalah salah satu produk beton pracetak dari PT. LISA CONCRETE INDONESIA yang menggabungkan kekuatan struktur dan estetika (keindahan). Arch Culvert merupakan salah satu alternatif pilihan produk untuk mengganti struktur jembatan konvensional.
Ada 2 jenis Arch Culvert yang telah di produksi oleh PT. LISA CONCRETE INDONESIA, yaitu arch culvert dengan 1 lengkung, dan 2 lengkung (separated).
Bentang yang kami tawarkan adalah 10m dan 7m
Kekuatan dari arch culvert ini bisa menahan beban kelas jalan I, II, maupun III. Tergantung dari permintaan.


Atasi Banjir, Pemkot Bangun Box Culvert Banyu Urip
Atasi Banjir, Pemkot Bangun Box Culvert Banyu Urip
Tahap Pertama Hanya 850 Meter
SURABAYA – Pemkot Surabaya akhirnya benar-benar merealisasikan program penanggulangan banjir di kawasan Banyu Urip. Bentuknya berupa pembangunan box culvert di sepanjang sungai yang membentang mulai Jembatan Girilaya hingga Benowo. Kemarin, pelaksanaan proyek tersebut diresmikan Wali Kota Bambang D.H.
Menurut Bambang, proyek box culvert Banyu Urip yang diresmikan kemarin merupakan tahap pertama. Panjangnya sekitar 850 meter. Dibanding panjang sungai yang membentang hingga Benowo, proyek tahap pertama tersebut memang masih jauh dari rencana awal.
‘APBD Surabaya memang belum kuat untuk membangun box culvert hingga Benowo. Untuk sementara kami bangun sampai Darmo Satelit. Nanti kami minta bantuan dana dari Pemprov Jatim,’ ujarnya setelah peletakan batu pertama kemarin.
Bambang menjelaskan, rencana awal pembangunan box culvert di atas Kali Banyu Urip memang hanya sampai Jalan Darmo Satelit. Itu pun dibagi dua kali pelaksanaan. ‘Pembangunan tahun ini masih tahap ruas satu, yaitu 850 meter ke barat hingga pintu air Petemon. Tahun depan baru sampai Darmo Satelit,’ ungkapnya.
Pejabat yang bakal mengakhiri masa jabatan pada tahun depan itu meminta agar Pemprov Jatim bersedia mengalokasikan dana APBD bagi pembangunan-pembangunan fasilitas yang urgen di Surabaya. Permintaan tersebut dia anggap wajar karena sebagian APBD Jatim juga berasal dari warga Surabaya.
‘Saya tidak minta duit. Kota ini hanya meminta hak dari pembayaran PKB (pajak kendaraan bermotor) yang masuk ke pemprov untuk meneruskan pembangunan box culvert,’ paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono menjelaskan, untuk membangun box culvert, Kali Banyu Urip akan dikeruk lebih dulu sedalam tiga meter. Itu dilakukan untuk menambah kapasitas sungai yang hampir selalu meluber ke jalan ketika terjadi hujan deras. ‘Sebagian sudah kami keruk. Karena itu, box culvert sudah bisa dipasang,’ katanya.
Program pemasangan box culvert di sepanjang Kali Banyu Urip sebenarnya tidak sebatas mengatasi banjir. Proyek tersebut diharapkan juga bisa memecahkan masalah kemacetan di wilayah itu. Sebab, Jalan Banyu Urip digadang-gadang sebagai jalur alternatif menuju Surabaya Barat, selain Jalan Mayjen Sungkono.
Selama ini, para pengendara terkesan enggan memanfaatkan Jalan Banyu Urip untuk menuju kawasan Surabaya Barat. Selain sempit dan macet, jalan tersebut selalu tergenang air ketika musim penghujan. Jika tidak ada jalur alternatif, lambat laun Jalan Mayjen Sungkono mengalami kemacetan seperti Jalan Ahmad Yani. (gun/fat)
Source : Jawa Pos 31 Maret 2009
PT. LISA CONCRETE INDONESIA telah dikenal sebagai produsen beton pracetak bermutu tinggi untuk produk-produk RCP, U-Gutter, Box Culvert, dsb. Selama 17 tahun kami telah menjadi pemasok utama di wilayah Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Tengah, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur jalan, jembatan dan drainase.

