Proyek Box Culvert Tutup Jalan
July 19, 2011 by poedya · Leave a Comment
SURABAYA – Pengguna jalan yang akan melintas di Jalan Banyu Urip harus lebih bersabar. Pasalnya, pembangunan box culvert (gorong-gorong) membuat sebagian ruas jalan tersebut ditutup.
Kasatlantas Polres Surabaya Utara AKP Yuli Purnomo menjelaskan, penutupan itu dilakukan karena proyek box culvert membutuhkan alat-alat berat. “Untuk sementara, arus lalu lintas kami alihkan ke (Jalan) Girilaya,” ujar Yuli.
Dia mengatakan, Jalan Banyu Urip memiliki kepadatan yang tinggi. Tanpa ada proyek box culvert pun, kemacetan sering terjadi. “Biar tidak makin macet dan mengganggu proyek, sementara roda empat kami alihkan, termasuk lin I dan lin J,” terangnya.
Penutupan sebagian ruas jalan tersebut dilakukan sampai alat berat, seperti ekskavator, ditarik dari proyek. Sayang, walau polisi sudah menutup jalan itu, beberapa angkutan umum masih nekat menyerobot masuk. Terlebih ketika tidak ada penjagaan polisi.
Seperti diketahui, awal Maret lalu dinas bina marga dan pematusan (DBMP) mulai mengerjakan proyek gorong-gorong di Banyu Urip. Selain demi mengatasi problem banjir, proyek tersebut dimaksudkan untuk memecah kemacetan. Sebab, gorong-gorong itu akan diaspal dan dimanfaatkan untuk pelebaran jalan. (gun/kuh/oni)
Source : Jawa Pos 16/04/2009
Underpass Adisucipto Jogja
July 19, 2011 by irwanbee · 2 Comments
Pada Awal tahun 2007 lalu, kami mendapatkan permintaan dari PT. MODERN SURYAJAYA untuk membuat Box Culvert dengan ukuran besar. Dimensi box yang mereka minta adalah lebar 8 meter, dan tinggi 4,5 meter serta beberapa bagian yang mempunyai tinggi 5,75 meter khusus untuk pondasi dudukan travelator. Box ini adalah tantangan terbesar kami saat itu, karena ukuran box terbesar yang sudah biasa kami produksi adalah bentang 5 meter dengan tinggi 5 meter.
Tantangan terbesar dari pembuatan box ini adalah di berat sendiri box yang mencapai 40 ton. Dengan berat tersebut, masalah terbesar yang akan muncul adalah saat transportasi produk BOX dari lokasi pabrik kami di Ngoro (Mojokerto) ke lokasi pemasangan di Bandara Adisucipto (Jogja). Setelah banyak bertukar pikiran antara engineer kami dengan pihak konsultan perencana (CV. CEEC) dan juga pihak pelaksana (PT. MODERN SURYAJAYA), akhirnya kami sepakati bahwa box culvert ini di pecah menjadi 2 bagian, (top component dan bottom component) layaknya RCBC yang telah biasa kami produksi untuk kemudian kami joint di lokasi pemasangan.
Bila mengacu pada guna dari box ini, box culvert ini dipasang untuk menghubungkan lalulintas penumpang dari tempat parkir bandara Adi Sucipto menuju terminal bandara dengan sistem underpass (tertanam dibawah tanah) yang diatasanya terdapat 4 jalur Rel Kereta api. Sungguh merupakan tantangan tersendiri bagi kami, karena produk Box culvert (tunnel) ini harus kedap air (muka air tanah sangat tinggi) dan juga harus kedap suara (suara bising ketika ada Kereta Api melintas diatas box culvert). Untuk menjamin terpenuhinya kekedapan diatas, kami sendiri (PT. LISA CONCRETE INDONESIA) yang men-joint (menggabungkan) RCBC tersebut, serta memasang sealant khusus serta membran anti rembes.
Sebagai pelaksana pekerjaan underpass ini, PT. MODERN SURYAJAYA telah memiliki kemampuan (skill) yang mumpuni dalam melaksanakan mega proyek. Mereka mampu memasang RCBC ini dengan baik sesuai dengan rencana, baik schedule maupun ke presisian posisi pemasangan. Permasalahan yang sering muncul hanyalah rembesan air tanah, karena memang posisi muka air tanah cukup tinggi (hampir 3 meter diatas bottom Box culvert). Hal ini memaksa mereka untuk membuat sumur-sumur baru dan juga menambah pompa baru untuk mengatasinya.
Proses pelaksanaan proyek ini pun tergolong menarik, karena ketika proyek berlangsung, Kereta Api masih tetap harus beroperasi, akan tetapi ini bukan menjadi masalah, karena sebelum box culvert ini dipasang, rel kereta api tersebut telah di modifikasi sehingga berfungsi seperti jembatan yang melewati lokasi proyek.


Foto Underpass Setelah Finishing


