Aplikasi M-SYSTEM untuk H.M. Sampoerna
May 6, 2009 by irwanbee · 12 Comments
Pada bulan April 2009, kami mendapatkan mandat dari PT. Murinda untuk membantu renovasi salah satu gudang di Purwosari (gudang Sadhana). Lingkup pekerjaan yang kami lakukan adalah menganti dinding ruang penyimpanan tembakau dengan material M-System.
Ruangan penyimpanan tembakau ini membutuhkan area yang sangat kedap udara, karena fungsi dari ruangan ini bukan hanya untuk ‘storage’, akan tetapi juga dimasuki sejenis gas kimia untuk mematikan jamur yang ada di tembakau. Oleh karena gas ini ‘tidak bersahabat’ bagi manusia, maka diperlukan ruangan yang kedap, sehingga tidak ada kebocoran yang membahayakan.
Pemilihan material M-System disini merupakan pilihan yang paling tepat. Karena kekedapan dinding yang menggunakan M-System sangat tinggi, dan juga suhu ruangan yang ada di dalam ruangan bisa terjaga.
Kecepatan proses pembangunan jika menggunakan M-System juga merupakan salah satu alasan, mengapa PT. Murinda memutuskan untuk menggunakannya.

Precast Mini Pile persegi
June 6, 2011 by irwanbee · Leave a Comment
Berita menggembirakan saat ini adalah PT LISA Concrete Indonesia sudah mulai ikut meramaikan pasar mini pile Surabaya. Didasari atas banyaknya permintaan pelanggan akan produk precast mini pile, dan sedikitnya pilihan produsen mini pile di Surabaya, maka kami akhirnya memproduksi precast mini pile berkualitas tinggi sebagai jawabannya.
Precast mini pile yang kami produksi adalah mini pile persegi dengan ukuran 20cm x 20cm, panjang maksimum minipile ini adalah 7m. Sesuai dengan fungsinya, mini pile ini dipergunakan sebagai salah satu alternatif perkuatan tanah sebagai upaya menaikkan daya dukungnya. Spesifikasi Teknis dari Mini pile yang diproduksi PT. LISA Concrete Indonesia dapat anda lihat di akhir artikel ini.
Foto Precast Mini Pile

Spesifikasi Teknis Precast Mini Pile
Ukuran Mini Pile : 20cm x 20cm
Mutu Beton Mini Pile : K-450
Mutu Besi Mini Pile : U40, U24
P Ijin Mini Pile : 35 Ton
Untuk harga mini pile ini, silahkan kontak team marketing kami
Perayaan hari ulang tahun PT. Lisa Concrete Indonesia
June 13, 2011 by irwanbee · Leave a Comment
Hari ini, 13 Juni 2011 PT. Lisa Concrete Indonesia genap berumur 17 tahun. Diadakan acara selamatan sederhana yang telah dilakukan di dua tempat berbeda, yaitu Kantor PT. Lisa Concrete Indonesia di Jl. Raya Kupang Jaya 1E Surabaya, dan Pabrik PT. Lisa Concrete Indonesia di Desa Wates Negoro Kab. Mojokerto.
Berikut beberapa hal yang telah di sampaikan oleh Bp. Ir. Alfonso Wardiman selaku COO & Director PT Lisa Concrete Indonesia :
PT. Lisa Concrete Indonesia, dalam perjalanannya sudah melalui lembah naik turun, termasuk krisis moneter di tahun 1997 sampai 1999, dan akhirnya tahun 2000 sudah kembali lumayan.
Kita termasuk salah satu perusahaan yang “survive” dari waktu itu, dan masih bisa bertahan sampai sekarang. Semoga kedepannya kita semakin sukses lagi.
Maka pada hari Ulang Tahun PT. Lisa Concrete Indonesia ini, saya berharap teman-teman semua bisa semakin mandiri dan dewasa, apa yang sudah kita bina keguyuban disini (akrab untuk hal yang positip) dapat dipertahankan dan di tingkatkan.
Sebelum memimpin doa bersama, hal senada juga di ungkapkan oleh Bp. Suseno Purbianto SE,Ak. (Accounting & Finance Manager) bahwa beliau juga telah melalui saat krisis moneter tersebut bersama PT. Lisa Concrete Indonesia, sehingga beliau tahu betul suka duka perusahaan ini.
Acara Ulang Tahun PT Lisa Concrete Indonesia pada tanggal 13 Juni 2011 ini diakhiri dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng oleh Bp. Ir. Alfonso Wardiman.
Suasana kemeriahan perayaan di Kantor Surabaya

Suasana kemeriahan perayaan di Kantor Mojokerto

Project | Arch Culvert
September 12, 2011 by irwanbee · Leave a Comment
Arch Culvert
Post ini Progress,…
Underpass Adisucipto Jogja
July 19, 2011 by irwanbee · 2 Comments
Pada Awal tahun 2007 lalu, kami mendapatkan permintaan dari PT. MODERN SURYAJAYA untuk membuat Box Culvert dengan ukuran besar. Dimensi box yang mereka minta adalah lebar 8 meter, dan tinggi 4,5 meter serta beberapa bagian yang mempunyai tinggi 5,75 meter khusus untuk pondasi dudukan travelator. Box ini adalah tantangan terbesar kami saat itu, karena ukuran box terbesar yang sudah biasa kami produksi adalah bentang 5 meter dengan tinggi 5 meter.
Tantangan terbesar dari pembuatan box ini adalah di berat sendiri box yang mencapai 40 ton. Dengan berat tersebut, masalah terbesar yang akan muncul adalah saat transportasi produk BOX dari lokasi pabrik kami di Ngoro (Mojokerto) ke lokasi pemasangan di Bandara Adisucipto (Jogja). Setelah banyak bertukar pikiran antara engineer kami dengan pihak konsultan perencana (CV. CEEC) dan juga pihak pelaksana (PT. MODERN SURYAJAYA), akhirnya kami sepakati bahwa box culvert ini di pecah menjadi 2 bagian, (top component dan bottom component) layaknya RCBC yang telah biasa kami produksi untuk kemudian kami joint di lokasi pemasangan.
Bila mengacu pada guna dari box ini, box culvert ini dipasang untuk menghubungkan lalulintas penumpang dari tempat parkir bandara Adi Sucipto menuju terminal bandara dengan sistem underpass (tertanam dibawah tanah) yang diatasanya terdapat 4 jalur Rel Kereta api. Sungguh merupakan tantangan tersendiri bagi kami, karena produk Box culvert (tunnel) ini harus kedap air (muka air tanah sangat tinggi) dan juga harus kedap suara (suara bising ketika ada Kereta Api melintas diatas box culvert). Untuk menjamin terpenuhinya kekedapan diatas, kami sendiri (PT. LISA CONCRETE INDONESIA) yang men-joint (menggabungkan) RCBC tersebut, serta memasang sealant khusus serta membran anti rembes.
Sebagai pelaksana pekerjaan underpass ini, PT. MODERN SURYAJAYA telah memiliki kemampuan (skill) yang mumpuni dalam melaksanakan mega proyek. Mereka mampu memasang RCBC ini dengan baik sesuai dengan rencana, baik schedule maupun ke presisian posisi pemasangan. Permasalahan yang sering muncul hanyalah rembesan air tanah, karena memang posisi muka air tanah cukup tinggi (hampir 3 meter diatas bottom Box culvert). Hal ini memaksa mereka untuk membuat sumur-sumur baru dan juga menambah pompa baru untuk mengatasinya.
Proses pelaksanaan proyek ini pun tergolong menarik, karena ketika proyek berlangsung, Kereta Api masih tetap harus beroperasi, akan tetapi ini bukan menjadi masalah, karena sebelum box culvert ini dipasang, rel kereta api tersebut telah di modifikasi sehingga berfungsi seperti jembatan yang melewati lokasi proyek.


Foto Underpass Setelah Finishing

Atasi Banjir, Pemkot Bangun Box Culvert Banyu Urip
Atasi Banjir, Pemkot Bangun Box Culvert Banyu Urip
Tahap Pertama Hanya 850 Meter
SURABAYA – Pemkot Surabaya akhirnya benar-benar merealisasikan program penanggulangan banjir di kawasan Banyu Urip. Bentuknya berupa pembangunan box culvert di sepanjang sungai yang membentang mulai Jembatan Girilaya hingga Benowo. Kemarin, pelaksanaan proyek tersebut diresmikan Wali Kota Bambang D.H.
Menurut Bambang, proyek box culvert Banyu Urip yang diresmikan kemarin merupakan tahap pertama. Panjangnya sekitar 850 meter. Dibanding panjang sungai yang membentang hingga Benowo, proyek tahap pertama tersebut memang masih jauh dari rencana awal.
‘APBD Surabaya memang belum kuat untuk membangun box culvert hingga Benowo. Untuk sementara kami bangun sampai Darmo Satelit. Nanti kami minta bantuan dana dari Pemprov Jatim,’ ujarnya setelah peletakan batu pertama kemarin.
Bambang menjelaskan, rencana awal pembangunan box culvert di atas Kali Banyu Urip memang hanya sampai Jalan Darmo Satelit. Itu pun dibagi dua kali pelaksanaan. ‘Pembangunan tahun ini masih tahap ruas satu, yaitu 850 meter ke barat hingga pintu air Petemon. Tahun depan baru sampai Darmo Satelit,’ ungkapnya.
Pejabat yang bakal mengakhiri masa jabatan pada tahun depan itu meminta agar Pemprov Jatim bersedia mengalokasikan dana APBD bagi pembangunan-pembangunan fasilitas yang urgen di Surabaya. Permintaan tersebut dia anggap wajar karena sebagian APBD Jatim juga berasal dari warga Surabaya.
‘Saya tidak minta duit. Kota ini hanya meminta hak dari pembayaran PKB (pajak kendaraan bermotor) yang masuk ke pemprov untuk meneruskan pembangunan box culvert,’ paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono menjelaskan, untuk membangun box culvert, Kali Banyu Urip akan dikeruk lebih dulu sedalam tiga meter. Itu dilakukan untuk menambah kapasitas sungai yang hampir selalu meluber ke jalan ketika terjadi hujan deras. ‘Sebagian sudah kami keruk. Karena itu, box culvert sudah bisa dipasang,’ katanya.
Program pemasangan box culvert di sepanjang Kali Banyu Urip sebenarnya tidak sebatas mengatasi banjir. Proyek tersebut diharapkan juga bisa memecahkan masalah kemacetan di wilayah itu. Sebab, Jalan Banyu Urip digadang-gadang sebagai jalur alternatif menuju Surabaya Barat, selain Jalan Mayjen Sungkono.
Selama ini, para pengendara terkesan enggan memanfaatkan Jalan Banyu Urip untuk menuju kawasan Surabaya Barat. Selain sempit dan macet, jalan tersebut selalu tergenang air ketika musim penghujan. Jika tidak ada jalur alternatif, lambat laun Jalan Mayjen Sungkono mengalami kemacetan seperti Jalan Ahmad Yani. (gun/fat)
Source : Jawa Pos 31 Maret 2009

